Tentang Gudeg Manggar (GM)

GUDEG MANGGAR

Konon asal mula gudeg manggar dari dusun Mangir, Bantul, Yogyakarta , yakni oleh Putri Pambayun (putri Panembahan Senapati Raja Mataram) atau Nyai Ageng Mangir Wonobudoyo pada ratusan tahun lalu telah menciptakan gudeg manggar.

Gudeg manggar dengan bahan baku mayang (bunga kelapa) yang masih muda sebagai pengganti nangka tersebut rasanya sangat lezat sehingga menjadi santapan utama keluarga di zaman itu. “Konon rasa gudeg manggar yang dicampur dengan daging ayam rasanya menjadi sangat khas dan tidak ada yang menandinginya, sehingga sangat dikenal pada masa dulu”.
Bahkan, kata dia seorang ahli kecantikan terkenal yaitu Mooryati Sudibyo telah memopulerkan gudeg manggar ke seluruh dunia sebagai menu masakan untuk kecantikan. “Dengan menyantap gudeg manggar konon seseorang akan menjadi lebih nampak cantik dan bercahaya wajahnya, atau dulu orang mengatakan dalam bahasa jawa “klimis”,” katanya.

Sehingga, kata dia gudeg manggar yang telah ada sejak ratusan tahun lalu kini telah menjadi ikon masakan yang mampu menarik wisatawan ke negeri ini dan mengingatkan kepada masyarakat luas sejarah gudeg manggar yang berasal dari Bantul, Yogyakarta.(Sumber : http://oase.kompas.com/read/2010/12/22/20124866/Festival.Gudeg.Manggar)

(Ada pertanyaan yang menggelitik : Kalau pohon kelapa diambil manggar/bunganya nanti tidak akan berbuah dan menyebabkan kerusakan, bahkan nanti akan terjadi kelangkaan dan mahalnya kelapa. Setelah sekian waktu menelusuri beberapa daerah penghasil manggar, ternyata : PERTAMA pohon kelapa yang diambil manggar-nya adalah pohon yang kurang produktif (buah kelapa hanya 2-5 butir per janjang) umumnya berada di daerah yang berlahan marjinal (kurang subur). Pohon kelapa yang rutin diambil manggar-nya justru akan semakin rajin berbunga (dapat dipetik 1 janjang/bulan) dan bentuk pohon dan kanopi daun semakin besar/lebar, pohon semakin subur.). KEDUA usaha gudeg manggar cukup rumit, mulai dari pencarian menggar-nya sampai cara memasaknya apalagi biayanya lebih mahal disbanding gudeg nangka, sehingga tidak banyak yang mengusahakan gudeg manggar).
Pertanyaan yang lain : lalu bagaimana dengan pengrajin gula kelapa??

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*